BEST PRACTICE

 

LK 3.1 Menyusun Best Practices

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

MA HIDAYATULLAH TEMANGGUNG

 

Lingkup Pendidikan

Madarasah Aliyah Berbasis Pesantren di Kabupaten Temangung Jawa Tengah

 

Tujuan yang ingin dicapai

Menciptakan Peserta Didik Yang Aktif  dalam Pembelajaran Bahasa Ingrris  Materi Formal and Informal Letter dengan menggunakan model pembelajaran PJBL.

 

Penulis

Tarwiyati, S.Pd

 

Tanggal

28 September 2022

 

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Latar belakang masalah adalah peserta didik di kelas X1 belum  aktif dan kreatif dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Praktik ini perlu saya bagikan dengan harapan dapat menjadi referensi pembaca khususnya pendidik yang memiliki permasalahan yang sama dengan yang saya hadapi di madrasah.

Peran dan tanggung jawab.

Peran dan tanggung jawab dalam praktik ini adalah sebagai pendidik di Madrasah Aliyah kelas X1 mapel Bahasa Inggris.sehingga bertanggung jawab terhadap penyelesaian masalah yang saya hadapi di kelas Bahasa Inggris yang saya ampu.

Untuk menyelesaian permasalah yang saya hadapi maka saya menggunakan model pembelajaran PJBL dalam pembelajaran Bahasa Inggris .

Menurut Fathurrohman (2016, hlm. 119) pembelajaran berbasis proyek atau project based learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

A. Tantangan :

Setiap kita melakukan suatu perubahan pastilah ada tantangan. Tantangan yang dihadapi pada dasarnya terbagi menjadi 2 yaitu insternal dan eksternal .Berikut ini berbagai tantangan :

Ø  Internal

Tantangan yang berasal dari dalam yaitu :

·         Dari pendidik

Wawasan dan pengetahuan pendidk masih sangat terbatas.

Banyaknya kegiatan di luar jam mengajar yang harus di lakukan pendidik sehingga kurang dapat melakukan persiapan pembelajaran.

·         Peserta didik

Kurangnya motifasi peserta didik dalam mata pelajaran Bahasa Inggris

Adanya diferensiasi peserta didik karena perbedaaan kemampuan dalam menguasi Bahasa Inggris .

Banyaknya tugas yang harus dilakukan peserta didik di luar jam pembelajaran

Ø  Eksternal

Merupakan tantangan yang berasal dari faktor selain pendidik dan peserta didik

·         Kurikulum

Serinngnya berganti kurikulum membuat pendidik merasa bingung materi apa yang sesuai dengan kurikulm yang terbaru

·         Sarana dan prasarana madrasah

Sarana dan prasarana belum sepenuhnya tersedia karena madrasah kami tergolong madrasah baru sehingga saat ini masi terus menerus melakukan perubahan dan pembaharuan

 

·         Peraturan Madrasah dan Pesanteran

Peraturan  melarang peseerta didik membawa dan menggunakan HP dalam pembelajaran terkadang menjadi kendala.

B. Pihak yang terlibat dalam kegiatan :

·         Pimpinan Yayasan Ponpes Hidayatullah Temanggung

·         Bapak Kepala Madrasah yang telah memberikan izin untuk melaksanakan PPL dan penelitian Best Practice.

·         Bapak dan Ibu Guru beserta seluruh keluarga Besar Ponpes Hidayatullah atas segala dukungan  dan motifasinya.

·         Peserta didik di kelas X1 IPS.

·         My beloved family yang selalu memberikan doa dan cintanya sehingga saya dapat menyususn Best Practice ini.

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

A.     Berbagai langkah yang saya lakukan untuk menyelesaikan tantangan .Pada dasarny langkah yang dilakukan dalam praktik terbagi menjadi tiga langkah pokok yaitu :

1.       Persiapan

Persiapan merupakan langkah awal yang dilakukan untuk meyusun solusi masalah yang di hadapi. Langkah persiapan terdiri dari :

Ø  Wawancara dengan bapak Kepala Madrasah

Ø  Diskusi dengan teman sejawat

Ø  Mencari literasi  yang tepat untuk menyelesaian masalah

Ø  Menyusun Modul Ajar yang relevan

Ø  Mempersipakan peserta didik di kelas X1 IPS sebagai subjek dalam praktik yang akan dilkukan.

 

 

 

2.       Aksi Pembelajaran

Ø  Pembelajaran dilakukan di Kelas X1 IPS sesuai dengan jadwal pembelajaran yang berlaku di Madrasah.

Ø  Pesereta didik yang terlibat sebanyak 33 peserta didik yang terbagi menjadi 5 kelompok .

Ø  Setiap kelompok terdiri dari 5 dan 6 peserta didik. Setiap kelompok terdiri dari peserta didik putra dan putri

Ø  Dalam setiap kelompok terdapat peserta didik yang mendapat lima besar dikelas sehingga pembagian kelompok merata.

Ø  Durasi pembelajaran 4 x 40 menit atau dua kali pertemuan .

Ø  Materi yang digunakan dalam Best Practice adalah Formal and Informal Letter.

Ø  Metode yang di gunakan adalah students center dengan harapan siswa akan menjadi aktif pada saat pembelajaran Bahasa Inggris .

Ø  Selama pembelajaran beralngsung dilakukan take video dengan tujuan agar video dapat di analisis dan di evaluasi sehingga dapat di lakukan perbaikan .

Ø  Langkah langkah dalam pembelajaran sesuai dengan sintak PJBL yaitu :

Ø  Langkah-langkah

model pembelajaran  project based learning menurut Widiarso (2016, hlm. 184) dapat diterapkan atau diaplikasikan melalui langkah berikut ini.

1. Penentuan pertanyaan mendasar

2. Mendesain perencanaan proyek

3. Menyusun jadwal

4. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek

5. Menguji hasil

6. Mengevaluasi pengalaman

3.       Analisis dan evaluasi

Setelah dilakukan aksi pembelajaran maka dilakukan analisis dan evaluasi dengan hasil sebagai berikut :

Ø  Model pembelajaran PJBL sangat efektif untuk menciptkan peserta didik agar aktif dalam pembelajaran

Ø  Model pembelajarn PJBL juga sanag efektif untuk membiasakan peserta didik lebih kreatif dalam pembelajaran

Ø  Dengan melkukan project bersama kelompok dapat membiasakan peserta didik berkolaborasi bersama teman .

B.      Strategi yang di gunakan

Untuk menjadikan pembembelajaran menjadi aktif, maka ini tidak tercipta begitu saja, tetapi ada rancangan yang sengaja dibuat, yang dalam bahasa intruksional terjadi scenario guru dalam pembelajaran. Dalam DBE2 melalui Program ALIS dalam buku Hamzah B. Uno beberapa hal yang harus dilakukan guru meliputi:

Ø  Membuat rencana secara hati-hati dengan memperhatikan detail berdasarkan atas jumlah tujuan yang jelas yang dapat tercapai.

Ø  Memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara aktif dan mengaplikasikan pembelajaran mereka dengan metode yang beragam sesuai dengan konteks kehidupan nyata siswa.

Ø  Secara aktif mengelolah lingkungan belajar agar tercipta suasana yang nyaman, tidak bersifat mengancam, berfokus pada pembelajaran serta dapat membangkitkan ide pada gilirannya dapat memaksimalkan waktu, sumber-sumber yang menjamin pembelajaran aktif berjalan.

Ø  Serta menilai siswa dengan cara-cara yang dapat mendorong siswa untuk mengunakan apa yang akan mereka pelajari dikehidupan nyata

 

C.      Proses kegiatan praktik Best Practice

Penjelasan langkah-langkah model pembelajaran PJBL (Project Based Learning) adalah sebagai berikut :

Ø  Penentuan pertanyaan mendasar Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan kepada peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. Topik penugasan sesuai dengan dunia nyata yang relevan untuk peserta didik. dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam.

Ø  Mendesain perencanaan proyek Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan peserta didik.

Ø  Menyusun jadwal Guru dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek.

Ø  Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi peserta didik pada setiap proses. Dengan kata lain guru berperan menjadi mentor bagiaktivitas peserta didik. Agar mempermudah proses monitoring, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting.

Ø  Menguji hasil Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing- masing peserta didik.

Ø  Mengevaluasi pengalaman Pada akhir pembelajaran, guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok.

D.     Sumber daya dan materi yang dibutuhkan

Daryanto dan Rahardjo, M. (2012). Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gava Media.

Fathurrohman, M. (2016). Model Pembelajaran Inovatif: Alternatif desain Pembelajaran yang Menyenangkan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Group.

Isriani & Puspitasari, D. (2015). Strategi Pembelajaran Terpadu: Teori, Konsep & Implementasi. Yogyakarta: Relasi Inti Media Group.

Mulyasa, E. (2014). Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Saefudin, A & Berdiati, I. (2014). Pembelajaran Efektif. Bandung: PT Remaja Roskadarya.

Widiasworo, E. (2016). Strategi Dan Metode Mengajar Siswa Diluar Kelas (Outdoor Leaning) Secara Aktif, Kreatif, Inspiratif, Dan Komunikatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Group

 

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Setelah dilakukan pembelajaran dapat di simpulakan bahwa :

1.       Pembelajaran dengan model PJBL lebih efektif untuk menciptakan peserta didik menjadi aktif dalam pembelajaran karena pembelajaran yang biasanya teacher center menjadi student center sehingga peserta didik akan berusahan untuk lebih akatif dalam kegiatan belajar

2.       Pembelajaran model PJBL mencoptakan kelas yang lebif aktif dan efektif

3.       Peserta didik dapat belajar berdiskusi dan berkolaborasi karena projec yang di lakukan berbasis kelompok

4.       Peserta didik dapat menghargai pendapat maupun hasil karya dari orang lain

5.       Kegiatan pembelajaran dapat berjalan baik kareana adanya kerja sama yang baik dari peserta didik dan pendidik

6.       Selain itu pembelajaran dapat lebih efektif dan menari karena di dudkung dengan adanya TPACK yaitu pengunnan PPT selama proses pembelajaran .

7.       Situasi madrasah yang tenang dan kondusif juga berperan aktif dalam pembelajaran

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Greeting